star
Senin, 18 Oktober 2010
D’Masiv – Apa Salahku
D A/C# Bm A
apa salahku kau buat begini
G D/F# Em A
kau tarik ulur hatiku hingga sakit yang kurasa
D A/C# Bm A
apa memang ini yang kamu inginkan
G D/F# Em A
tak ada sedikitpun niat serius kepadaku
G F#m
katakan yang sebenarnya
Em A
jangan mau tak mau seperti ini
chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta
D A/C# Bm A
apa memang ini yang kamu inginkan
G D/F# Em A
tak ada sedikitpun niat serius kepadaku
G F#m
katakan yang sebenarnya
Em A
jangan mau tak mau seperti ini
chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta
G F#m Em F#m-G A
chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta
D
apa salahku
Sabtu, 16 Oktober 2010
Miss You Bubu :'(
Jumat, 15 Oktober 2010
i'm in the war of my life
manusia mempunyai sifat dasar yg tidak pernah puas, selalu ingin yg lebih baik, dari yg baik.. hal ini berdampak positif : membuat manusia menjadi makhluk paling maju di muka bumi.
dari tahun ke tahun peradaban manusia semakin jauh dengan leluhurnya dulu dimana belum tercipta listrik, mall, bahkan rumah. manusia yang dahulu hidup di gua, dan berperilaku seperti binatang, kini sudah bisa menciptakan hal2 yang luar biasa yang mungkin tadinya cuma ada di negri dongeng.
tetapi hal ini juga berdampak negatif : obsesi untuk meraih sesuatu yg labih baik yang tak kunjung berhasil dan menciptakan depresi mendalam. setelah menjadi depresi maka akan hilang norma-norma kemanusiaan seperti : toleransi, kejujuran, empati. mereka menjadi menghalalkan segala cara untuk meraih yang mereka cari..
manusia diberi kelebihan untuk bersabar, untuk membela diri, untuk menyakiti, untuk berbohong, untuk mencintai, untuk berkorban, untuk mengalah, untuk menganalisa, untuk berkembang, untuk menjiplak, untuk menolak, untuk menerima, untuk menganggap rendah, untuk menghargai. you can be anything you want to be.
me? i wanna be stronger and positive.
now i'm in the war of my life... i don't stay with my parents anymore..
ready or not...i should start to build my own empire... little by little.. penny by penny..
God, please make me stronger. stronger than i am now.
Jangan Sia-Siakan Waktumu
Pesan Moralnya :
Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..
Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....
Selasa, 12 Oktober 2010
Kata-Kata Favorite Di Lirik Lagu
"Your eyes, are the brightest among the colors." -Boys Like Girls (Thunder)
"I kept everything inside and even though I tried, it all fell apart." -Linkin Park (In The End)
"There's only 1 way 2 say those 3 words and that's what I'll do, I love you." -Plain White T's (1234!)
"I wanna be a billionaire so freaking bad. Buy all the things I never had." -Travis McCoy ft. Bruno Mars (Billionaire)
"You're not alone. There's more to this I know. You can make it out. You will live to tell." -Saosin (You're Not Alone)
Sabtu, 09 Oktober 2010
KALIMAT BIJAK LUCU
1. Uang bukan segalanya. Masih ada Mastercard dan Visa.
2. Kita seharusnya menyukai binatang. Mereka rasanya lezat.
3. Hematlah air. Mandilah di bawah shower bersama kekasih kita.
4. Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat. Di belakang setiap pria yang tidak sukses ada dua.
5. Cintailah tetangga. Tetapi jangan sampai tertangkap basah.
6. Orang bijaksana tidak menikah. Setelah menikah mereka menjadi bijak sana dan bijak sini.
7. Cinta itu photogenic. Dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang.
8. Pakaian itu adalah pagar pelindung. Pagar seharusnya melindungi tanpa menghalangi pemandangan yang indah.
9. Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu. Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa. Semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu. Jadi kenapa kita sibuk belajar ?
10. Masa depan tergantung pada impian kamu. Maka pergilah tidur saja sekarang !
Senin, 27 September 2010
Sial
Sabtu, 25 September 2010
Biografi Ludwig Ingwer Nommensen
Pada 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan parah. Sewaktu ia bermain kejar-kejaran dengan temannya, ia ditabrak kereta kuda. Kereta itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia berbaring di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang menceritakan pengajaran dan cerita dari guru di sekolahnya, termasuk cerita pengalaman para pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Nommensen pun sangat tertarik dengan cerita-cerita itu. Sementara lukanya makin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Tapi, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek.
Pada suatu waktu, ia membaca Injil Yohanes 16:23-26, tentang pernyataan Tuhan Yesus bahwa barangsiapa meminta sesuatu kepada Bapa di surga, Bapa pasti akan mengabulkan. Nommensen pun bertanya kepada ibunya, apakah kata-kata Yesus itu masih berlaku. Ibunya menyakinkannya bahwa kata-kata itu masih berlaku. Ia meminta ibunya agar berdoa bersamanya. Dalam doa, Nommensen meminta kesembuhan, dan ia berjanji kalau ia disembuhkan maka ia akan pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Doanya dikabulkan. Tak lama kemudian kakinya sembuh. Lalu kembalilah Nommensen menggembalakan domba.
Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera memenuhinya. Maka ia melamar menjadi penginjil. Beberapa tahun ia belajar sebagai calon penginjil. Sesudah lulus, ia berangkat ke Sumatra dan tiba pada bulan Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata dengan cepat bahasa-bahasa itu dikuasainya. Ia lalu mulai mengadakan kontak dengan suku Batak, terutama dengan raja-raja. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan mempergunakannya dalam mempererat pergaulan.
Nommensen meminta izin masuk ke pedalaman, tapi dilarang pemerintah, karena sangat berbahaya bagi orang asing, Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat, tapi ia tak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan gedung gereja, sekolah dan rumahnya di Pearaja. Sampai kini Pearaja menjadi pusat Gereja HKBP.
Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891, dan ia tinggal di sini sampai wafat. Nommensen menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Batak (Silindung - Samosir - Humbang - Toba). Ia juga berusaha memperbaiki pertanian dan peternakan. Sekolah-sekolah, balai-balai pengobatan dibukanya. Dalam misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak. Maka dibukanyalah sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru.
Nommensen meninggal pada usia sangat tua, 84 tahun, pada tanggal 23 Mei 1918. Nommensen kemudian dimakamkan di Sigumpar, di tengah suku Batak, setelah bekerja demi suku ini selama 57 tahun.
-1877, Tobasch Spelboekje, Batavia: 's Landsdrukkerij.
-1878, The New Testament of our Lord and Saviour Jesus Christ: Translated out of the original Greek into Batta (Toba), the language of the Batta in the island of Sumatra. Elberfeld: R. L. Friderichs & Comp,
-1885, Tobasch Spelboekje, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
-1886, Djamita sian Hata ni Debata na de Padan na Robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
-1908, Jamita sian hata ni Debata na di padan na robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.





